Rabu, 15 Januari 2025

Abdullah ibn Zaid ibn Tsalabah

Abdullah ibn Zaid ibn Tsa'labah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Khazraj, keturunan Bani Haritsi. Ia dipanggil dengan nama Abu Muhammad. Abu Umar mengatakan bahwa ayahnya bernama Zaid ibn Tsa‘labah ibn Abdi Rabbih ibn Zaid.

Abdullah ibn Zaid turut menyaksikan Baiat Aqabah kedua. Ia ikut serta dalam Perang Badar dan menyaksikan dahsyatnya kehancuran yang Allah timpakan kepada para pemuka Quraisy. Mayat mereka bergelimpangan di lembah Badar. Ia juga menyaksikan berbagai peristiwa dan peperangan lain bersama Rasulullah.

Saat Baiat Aqabah, Abdullah ibn Zaid turut hadir bersama 70 orang lebih kaum Anshar. Malam itu, dua belas orang dari mereka ditunjuk sebagai pimpinan untuk kaumnya masingmasing.

Kejadian terpenting yang dialami Abdullah ibn Zaid adalah ketika bermimpi tentang azan. Saat terbangun ia langsung menceritakan mimpinya kepada Rasulullah saw. sebagaimana dijelaskan dalam hadis Muhammad ibn Ishaq dari Muhammad ibn Ibrahim ibn al-Harits al-Taimi dari Muhammad ibn Abdullah ibn Zaid bahwa ayahnya berkata, “Di pagi hari aku menemui Rasulullah dan kuceritakan mimpiku. Beliau bersabda, ‘Ini adalah mimpi yang benar. Berdirilah bersama Bilal! Karena ia memiliki suara yang lebih lantang. Lalu, sampaikan kepadanya apa yang diucapkan padamu (dalam mimpi ) dan serukanlah kalimat-kalimat itu.’”

Ketika mendengar suara Bilal yang berseru mengajak shalat, Umar ibn al-Khattab bergegas keluar menemui Rasulullah saw. sambil mengangkat selendangnya, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, demi Zat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku pernah mendengar kalimat-kalimat yang diserukannya itu.”

Rasulullah saw. bersabda, “Hanya bagi Allah segala puji! Seperti itulah ketetapannya.”

Muhammad ibn Isa al-Tirmidzi mengatakan bahwa Abdullah ibn Zaid adalah putra Abdi Rabbih. Kami tidak tahu hadis lain yang diriwayatkan darinya kecuali hadis yang satu ini, sementara Abdullah ibn Zaid ibn Ashim al-Mazini, paman Ibad ibn Tamim, punya beberapa hadis yang diriwayatkan darinya. Ketika menceritakan berbagai kejadian pada 32 Hijrah, al-Thabari mengatakan bahwa pada tahun tersebut Abdullah ibn Zaid ibn Abdi Rabbih wafat. Dialah yang memimpikan kalimat-kalimat dalam azan. Semoga Allah merahmatinya.

Artikel Terkait